A fine WordPress.com site

Latest

ISLAM DIANTARA AGAMA LAIN

Dan orang-orang yang kafir itu amal-amal  mereka adalah laksana fatamorgana ditanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang  yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapati sesuatu apapun…….

 (Q.S. An-Nuur : 39)

SEBELUM KITA MENGETAHUI PANDANGAN AGAMA LAIN TERHADAP ISLAM, MAUPUN BAGAIMANA ISLAM DIANTARA AGAMA LAIN TENTU KITA HARUS TAHU TERLEBIH DAHULU TAHU MENGENAI  AGAMA DI DUNIA INI

AGAMA-AGAMA DI DUNIA.

Ada beberapa Agama yang berdasarkan Monoteisme (Agama Samawy) yaitu :

Agama yang berasal dari wahyu Allah melalui Rasul-rasulnya, untuk disampaikan kepada umat masing-masing dan ada juga beberapa agama yang lahir dari ide-ide manusia sendiri (agama Thabi’i) seperti politeisme yang meyakini adanya banyak tuhan atau dewa, dengan menyembah berhala-berhala buatan mereka sendiri.

  1. A.       AGAMA TSHABI’I.
  2. 1.     Hinduisme.

Percaya adanya ratusan dewa dengan kekuasaan dan patung masing-masing terutama 3 dewa yang utama (trimurti) : Brahma, Wisnu dan Syiwa.

  1. 2.     Zoroastrianisme.

Lahir 7 abad SM yang mempercayai Ahura Mazda sebagai Tuhan dimana pengikutnya memuja Api.

  1. 3.    Budhisme.

Lahir 6 abad SM, pengikut-pengikutnya  memuja Budha Gautama dengan ajarannya :

Budha, Dharma, Sangkha. 

  1. 4.    Taoisme.

Lahir 3 abad SM oleh Lao Tse, sebagai Tuhan dalam sistem keagamaan bangsa Cina.

  1. 5.    Konfusianisme.

Lahir pada 551 tahun SM, diajarkan oleh Confusius dengan kepercayaan kepada leluhur/nenek moyang bangsa Cina.

  1. 6.    Shintoisme.

Diperkenalkan sebagai agama nasional bangsa Jepang tahun 1868 yang memuja kepada alam dan dewa-dewa serta pahlawan-pahlawan mereka.

  1. 7.    Shikisme.

Diajarkan di India oleh Guru Nanak yakni campuran paham-paham Hinduisme dan Muslim namun sangat menyimpang dari ajaran Islam. Kepercayaan ini serupa dengan aliran Kebatinan di negara kita Indonesia.

 

 

 

  1. B.        AGAMA SAMAWY.
  2. 1.    Yudaisme (Yahudi).

Yang dibawa oleh Nabi Musa AS untuk Bani Israel atau Yahudi semula bertauhid suci namun kemudian menyembah Sapi Emas.

  1. 2.    Kristen.

Melalui Nabi Isa AS sebagai kelanjutan/penggenap ajaran-ajaran  Nabi Musa AS buat Bani Israel, namun kini menyimpang kepada ajaran Trinitas yang diajarkan oleh Paulus yang semuanya berdasarkan Mithos dari kaum pagau/Yunani yakni zaman Sebelum Masehi (SM) antara lain :

  1. Trinitas orang-orang  India : Okteu, Nesse, Atahuta.
  2. Trinitas penganut Hindu : Brahma, Wisnu, Syiwa.
  3. Di Mesir Kuno : Isis, Hories, Orisis.
  4. Orang-orang Yunani : Phanes, Uranos, Kronos.
  5. Orang-orang Romawi : Yupiter, Menerva, Juno.

 

  1. 3.    ISLAM

Penerus dan penutup agama-agama  Allah, berdasarkan Tauhid suci (Monotheisme absolut) oleh Nabi Muhammad SAW.

Adapun Atheisme dan kepercayaan Animisme tidak bisa dianggap sebagai agama karena tidak memiliki ajaran-ajaran  pokok ketuhanan.

Atheisme adalah kepercayaan orang bahwa Tuhan itu tidak ada, bahwa dirinya dan seisi alam ini hanya terjadi dengan sendirinya saja.

Sedangkan Animisme adalah kepercayaan kepada suatu daya kekuatan hidup atau kekuasaan yang keramat dan tidak berpribadi, yang dapat dianggap halus ataupun berjasad (benda bernyawa/punya roh).

DAN KINI SAYA AKAN COBA MENELAAH ATAU MEMBANDINGKAN AGAMA ISLAM DAN AGAMA LAIN SEPERTIHALNYA PANDANGAN AGAMA LAIN TERHADAP ISLAM SERTA POSISI ISLAM DIANTARA AGAMA-AGAMA DIDUNIA

Agama Samawi ada 3, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Saya akan coba membandingkan ketiga agama ini dengan memakai referensi dari Al Qur’an, Alkitab, dan juga beberapa ensiklopedi yang ada.

Ketiga agama ini mempunyai beberapa kesamaan seperti percaya Adam adalah manusia pertama dan nenek moyang seluruh manusia, Ibrahim adalah seorang Nabi, dan kitab suci Taurat sebagai wahyu Allah. Meski demikian ada juga perbedaan yang beberapa di antaranya sangat mendasar.

Yahudi adalah agama tribal/kesukuan yang hanya bisa dianut oleh bangsa Yahudi. Agama ini tidak bisa disebarkan ke luar dari suku Yahudi. Oleh karena itu jumlahnya tidak berkembang. Hanya sekitar 14 juta pemeluknya di seluruh dunia. Sementara agama Kristen dan Islam karena disebarkan ke seluruh manusia dipeluk oleh milyaran pengikutnya.

Islam adalah agama yang terakhir diantara sekalian agama besar di dunia yang semuanya merupakan kekuatan raksasa yang menggerakan revolusi dunia dan mengubah nasib sekalian bangsa , agama yang melingkupi segala-galanya dan mencakup sekalian agama yang datang sebelumnya.

 

Posisi Islam terhadap agama-agama yang datang sebelumnya:

  1. Islam menyuruh para pemeluknya agar beriman dan mempercayai bahwa sekalian agama besar didunia yang datang sebelumnya diturunkan dan diwahyukan oleh allah, beriman kepada para nabi dan kitab suci dari semua bangsa dan agama islam mencakup segala agama didunia dengan kitab sucinya alquran yang merupakan gabungan dari semua kitab suci didunia ( kitab taurat, zabur dan injil yang murni )

Di dalam Alquran dijumpai ayat-ayat yang menyuruh umat islam mengakui agama-agama yang diturunkan sebelumnya sebagai bagian dari rukun iman, misalnya suruh albaqarah ayat 4

والذين يؤمنون بما أنزل اليك وما أنزل من قبلك

“ Dan orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepada engkau dan apa yang diturunkan sebelum engkau “

  1. Islam adalah agama yang terakhir dan merupakan pernyataan kehendak ilahi yang sempurna. Di dalam Alquran disebutkan

 

اليوم أكملت لكم دينكم و أتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الاسﻻم دينا

“ Pada hari ini Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan Aku lengkapkan nikmat-Ku kepadamu, dan Aku meridhoi islam sebagai agamamu

  1. Agama islam memiliki tugas yang besar yaitu:
  2. Dengan datangnya islam, agama memperoleh arti yang baru dan didalamnya terdapat unsur pembaruan. Dalam hal ini paling kurang ada 2 hal:
  3. Posisisi agama islam terhadap agama-agama lain dapat dilihat dari dua sifat yang dimiliki ajaran islam, yaitu akomodatif dan persuasif.
  1. Mendatangkan perdamaian dunia dengan membentuk persaudaraan diantara sekalian agama di dunia
  2. Menghimpun segala kebenaran yang termuat dalam agama yang telah ada sebelumnya
  3. Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh para penganut agama sebelumnya yang kemudian dimasukan kedalam agamanya itu
  4. Mengajarkan kebenaran abadi yang sebelumnya tidak pernah diajarkan
  5. Memenuhi segala kebutuhan moral dan rohani bagi umat manusia yang selalu bergerak maju.
  1. Agama islam harus diperlakukan sebagai sebuah ilmu, dimantapkan dengan menyajikan ajaran agama sebagai landasan perbuatan bagi perkembangan manusia menuju tingkat kehidupan yang lebih tinggi lagi.
  2. Ruang lingkup agama islam mencakup kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

NAH LANGSUNG SAJA OKE KAWAN INI KESIMPULAN SEDERHANANYA

 

Posisi Islam diantara agama-agama lain tampak bersifat adil, obyektif dan proporsional. Dengan sifatnya yang adil, ajaran Islam mengakui peran yang dimainkan agama-agama yang pernah ada didunia. Dengan sifatnya yang obyektif, Islam memperbaiki dan meluruskan ajaran-ajaran agama yang salah dan tersesat. Dengan bersifat proporsional, Islam memberikan perhatian terhadap ajaran agama yang tidak seimbang. Islam adalah agama yang terbuka, mau berkompromi dan berdialog dengan agama lain. Dengan sifatnya yang demikian ini, Islam telah tampil sebagai penyempurna, korektor, pembenar dan sekaligus sebagai pembaru.

Setiap ajaran agama-agama tersebut memiliki perbedaan yang berkaitan dengan keyakinan (teologis) dan ritualistik, yakni peribadatan. Terhadap hal ini masing-masing agama dianjurkan untuk saling menghargai dan menghormati.

Islam adalah agama perdamaian, jauh dari sikap bermusuhan dan bukan agama kaum teroris. Terjadinya pertentangan antara satu agama dengan agama lain sebagaimana terlihat dalam sejarah, sama sekali bukan disebabkan karena faktor agama, melainkan karena faktor-faktor lain yang mengatasnamakan agama. Hal seperti ini harus segera dicegah dan dikembalikan kedalam situasi yang merperlihatkan keharmonisan hubungan antara agama-agama yang ada didunia.

 

Editing By IMAM AGUSTI

7 KEUTAMAAN QURBAN

qurban

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]

 
Redaktur: Shabra Syatila
Sumber: 1bulu1kebaikan

http://www.fimadani.com/7-hikmah-dan-keutamaan-qurban-idul-adha/

 

Hikmah Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW

Hikmah Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW

Perintah sholat dalam perjalanan isra dan mi’raj Nabi Muhammad SAW, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra’ Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).

Bersandar pada alasan inilah, Imam Al-Qusyairi yang lahir pada 376 Hijriyah, melalui buku yang berjudul asli ‘Kitab al-Mikraj’ ini, berupaya memberikan peta yang cukup komprehensif seputar kisah dan hikmah dari perjalanan agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, beserta telaahnya. Dengan menggunakan sumber primer, berupa ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadits shahih, Imam al-Qusyairi dengan cukup gamblang menuturkan peristiwa fenomenal yang dialami Nabi itu dengan runtut.

Selain itu, buku ini juga mencoba mengajak pembaca untuk menyimak dengan begitu detail dan mendalam kisah sakral Rasulullah SAW, serta rahasia di balik peristiwa luar biasa ini, termasuk mengenai mengapa mikraj di malam hari? Mengapa harus menembus langit? Apakah Allah berada di atas? Mukjizatkah mikraj itu hingga tak bisa dialami orang lain? Ataukah ia semacam wisata ruhani Rasulullah yang patut kita teladani?

Bagaimana dengan mikraj para Nabi yang lain dan para wali? Bagaimana dengan mikraj kita sebagai muslim? Serta apa hikmahnya bagi kehidupan kita? Semua dibahas secara gamblang dalam buku ini.

Dalam pengertiannya, Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan suci, dan bukan sekadar perjalanan “wisata” biasa bagi Rasul. Sehingga peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah yang akan menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW. John Renerd dalam buku ”In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience,” seperti pernah dikutip Azyumardi Azra, mengatakan bahwa Isra Mi’raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, selain perjalanan hijrah dan Haji Wada. Isra Mi’raj, menurutnya, benar-benar merupakan perjalanan heroik dalam menempuh kesempurnaan dunia spiritual.

Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik). Isra Mi’raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil). Sehingga, perjalanan ini menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.

Inilah perjalanan yang amat didambakan setiap pengamal tasawuf. Sedangkan menurut Dr Jalaluddin Rakhmat, salah satu momen penting dari peristiwa Isra Mi’raj yakni ketika Rasulullah SAW “berjumpa” dengan Allah SWT. Ketika itu, dengan penuh hormat Rasul berkata, “Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah”; “Segala penghormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah saja”. Allah SWT pun berfirman, “Assalamu’alaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh”.

Mendengar percakapan ini, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat. Maka, dari ungkapan bersejarah inilah kemudian bacaan ini diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat.

Selain itu, Seyyed Hossein Nasr dalam buku ‘Muhammad Kekasih Allah’ (1993) mengungkapkan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mi’raj mencerminkan hakikat spiritual dari shalat yang di jalankan umat islam sehari-hari. Dalam artian bahwa shalat adalah mi’raj-nya orang-orang beriman. Sehingga jika kita tarik benang merahnya, ada beberapa urutan dalam perjalanan Rasulullah SAW ini.

Pertama, adanya penderitaan dalam perjuangan yang disikapi dengan kesabaran yang dalam. Kedua, kesabaran yang berbuah balasan dari Allah berupa perjalanan Isra Mi’raj dan perintah shalat. Dan ketiga, shalat menjadi senjata bagi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk bangkit dan merebut kemenangan. Ketiga hal diatas telah terangkum dengan sangat indah dalam salah satu ayat Al-Quran, yang berbunyi “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Mengacu pada berbagai aspek diatas, buku setebal 178 halaman ini setidaknya sangat menarik, karena selain memberikan bingkai yang cukup lengkap tentang peristiwa Isra’ mikraj Nabi saw, tetapi juga memuat mi’rajnya beberapa Nabi yang lain serta beberapa wali. Kemudian kelebihan lain dalam buku ini adalah dipaparkan juga mengenai kisah Mikrajnya Abu Yazid al-Bisthami. Mikraj bagi ulama kenamaan ini merupakan rujukan bagi kondisi, kedudukan, dan perjalanan ruhaninya menuju Allah.

Ia menggambarkan rambu-rambu jalan menuju Allah, kejujuran dan ketulusan niat menempuh perjalanan spiritual, serta keharusan melepaskan diri dari segala sesuatu selain Allah. Maka, sampai pada satu kesimpulan, bahwa jika perjalanan hijrah menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi “puncak” perjalanan seorang hamba menuju kesempurnaan ruhani.

Perjalanan isra miraj Nabi Muhammad SAW

Perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Perjalanan dimulai Rasulullah mengendarai buraq bersama Jibril. Jibril berkata, “turunlah dan kerjakan shalat”.
Rasulullahpun turun. Jibril berkata, “dimanakah engkau sekarang ?”
“tidak tahu”, kata Rasul.
“Engkau berada di Madinah, disanalah engkau akan berhijrah “, kata Jibril.
Perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu, lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS, dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu.

Jibril menurunkan Rasulullah dan menambatkan kendaraannya. Setelah rasul memasuki masjid ternyata telah menunggu Para nabi dan rasul. Rasul bertanya : “Siapakah mereka ?”
“Saudaramu para Nabi dan Rasul”.
Kemudian Jibril membimbing Rasul kesebuah batu besar, tiba-tiba Rasul melihat tangga yang sangat indah, pangkalnya di Maqdis dan ujungnya menyentuh langit. Kemudian Rasulullah bersama Jibril naik tangga itu menuju kelangit tujuh dan ke Sidratul Muntaha.

“Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihatJibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13 – 18).

Selanjutnya Rasulullah melanjutkan perjalanan menghadap Allah tanpa ditemani Jibril Rasulullah membaca yang artinya : “Segala penghormatan adalah milikAllah, segala Rahmat dan kebaikan“.
Allah berfirman yang artinya: “Keselamatan bagimu wahai seorang nabi, Rahmat dan berkahnya“.
Rasul membaca lagi yang artinya: “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh. Rasulullah dan ummatnya menerima perintah ibadah shalat“.
Berfirman Allah SWT : “Hai Muhammad Aku mengambilmu sebagai kekasih sebagaimana Aku telah mengambil Ibrahim sebagai kesayanagan dan Akupun memberi firman kepadamu seperti firman kepada Musa Akupun menjadikan ummatmu sebagai umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan pada manusia, dan Akupun menjadikan mereka sebagai umat wasath (adil dan pilihan), Maka ambillah apa yang aku berikan kepadamu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur“.

“Kembalilah kepada umatmu dan sampaikanlah kepada mereka dari Ku”.
Kemudian Rasul turun ke Sidratul Muntaha.
Jibril berkata : “Allah telah memberikan kehormatan kepadamu dengan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk Nya baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus. Dan Dia telah membuatmu sampai suatu kedudukan yang tak seorangpun dari penghuni langit maupun penghuni bumi dapat mencapainya. Berbahagialah engkau dengan penghormatan yang diberikan Allah kepadamu berupa kedudukan tinggi dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Ambillah kedudukan tersebut dengan bersyukur kepadanya karena Allah Tuhan pemberi nikmat yang menyukai orang-orang yang bersyukur”.
Lalu Rasul memuji Allah atas semua itu.

Kemudian Jibril berkata : “Berangkatlah ke surga agar aku perlihatkan kepadamu apa yang menjadi milikmu disana sehingga engkau lebih zuhud disamping zuhudmu yang telah ada, dan sampai lah disurga dengan Allah SWT. Tidak ada sebuah tempat pun aku biarkan terlewatkan”. Rasul melihat gedung-gedung dari intan mutiara dan sejenisnya, Rasul juga melihat pohon-pohon dari emas. Rasul melihat disurga apa yang mata belum pernah melihat, telingan belum pernah mendengar dan tidak terlintas dihati manusia semuanya masih kosong dan disediakan hanya pemiliknya dari kekasih Allah ini yang dapat melihatnya. Semua itu membuat Rasul kagum untuk seperti inilah mestinya manusia beramal. Kemudian Rasul diperlihatkan neraka sehingga rasul dapat melihat belenggu-belenggu dan rantai-rantainya selanjutnya Rasulullah turun ke bumi dan kembali ke masjidil haram menjelang subuh.

Mandapat Mandat Shalat 5 waktu

Agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan, bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi ? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’, Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Jadi, shalat inilah yang menjadi inti peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.

Shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual hubungannya dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian. Makanya tidak berlebihan apabila Alexis Carrel menyatakan : “Apabila pengabdian, sholat dan do’a yang tulus kepada Sang Maha pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat, hal itu berarti kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut“. Perlu diketahui bahwa A. Carrel bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama, tetapi dia adalah seorang dokter dan pakar Humaniora yang telah dua kali menerima nobel atas hasil penelitiannya terhadap jantung burung gereja dan pencangkokannya. Tanpa pendapat Carrel pun, Al – Qur’an 15 abad yang lalu telah menyatakan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusu’ akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis, egaliter, dan beretika.

 

Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Isra Miraj

Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.

Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.

Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.

 

BIMBINGAN ALLAH DAN NASEHAT RASULULLAH UNTUK KEHIDUPAN

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

“ Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya ember akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.”. (QS. An-Nahl (16) : 30)

“ …. (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang bertakwa “. (QS. An-Nahl (16) : 31)

Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Menjalankan perintah Allah seperti kewajiban Sholat dan lainnya.

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

 “Janganlah kamu menjadi orang plinplan, bila manusia baik, maka kamu ikut baik, dan bila mereka berbuat buruk, kamu pun ikut berbuat buruk. Akan tetapi, bentengilah dirimu, bila manusia baik, kamu harus berbuat baik, dan bila mereka jahat, janganlah ikuti perbuatan kejahatan mereka.’’

(HR at-Turmudzi).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah sekali-kali berduaan dengan wanita yang tidak disertai mahram, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syaithan”. (HR. Ahmad)

Allah berfirman ;

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’ [17]: 32)

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda ;

“Hendaklah kamu berkata jujur, karena sifat jujur akan membawa kepada kebaikan, sesungguhnya kebaikan itu akan membimbing masuk surga, seseorang yang selalu berkata benar, dan bersungguh-sungguh untuk selalu benar, sampai ia dituliskan di sisi Allah sebagai shiddiq (hamba yang sangat benar).” (HR. Muslim).

“Barangsiapa mempelajari ilmu untuk mendebat ulama, merendahkan orang-orang bodoh serta memalingkan perhatian manusia kepadanya (yaitu cari perhatian agar terkenal atau agar dikenal), maka Allah akan memasukkannya ke dalam jahannam.”

(HR. Ibnu majah : 256)

اَللَّهُمَّ لأَمَتِكَ الصَّالِحَةِ السَّيِّدَةِ رَحْمَةٍ وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاجْعَلْ قَبْرَهَا رَوْضَةً مِنْ رِياَضِ الْجَنَّةِ وَلاَ تَجْعَلْ قَبْرَهَا حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِّيرَانِ، وَاجْمَعْنَا وَإِيَّاهَا وَالْمُسْلِمِينَ تَحْتَ ظِلِّكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلِّكَ، وَأَدْخِلْنَا الْجَّنَّةَ مَعَ الأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُاغْفِرْ

 Ya Allah, ampuni dosa Ibu Rahmah, berilah beliau curahan ramat-Mu, berilah keafiatan dan kemaafan. Muliakan tempatnya, luaskan jalannya, jadikan kuburnya satu taman syurga. Jangan jadikan kuburnya jurang neraka. Himpunkan kami kelak bersama beliau dan bersama kaum Muslimin di bawah naungan-Mu, pada hari tiada tempat berteduh selain hanya naungan-Mu. Masukkan kami semua ke dalam syurga-Mu bersama golongan solihin, wahai Tuhan Maha Gagah lagi Maha Pengampun.

Cinta yang agung

Allah Azza wa Jalla berfirman ;

“ Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”. (QS. al-Hujurat (49) : 13)

Imam Hasan Basri berkata:

مَنْ عَرَفَ رَبَّهُ أَحَبَّهُ، وَمَنْ أَحَبَّ غَيْرَ اللهِ تَعَالَى، لاَ مِنْ حَيْثُ نِسْبَتُهُ إِلَى اللهِ ، فَذَلِكَ لِجَهْلِهِ وَقُصُورِهِ عَنْ مَعْرِفَتِهِ

‘Sesiapa mengenal Allah ia akan mencintai-Nya. Sesiapa yang mencintai selain Allah, bukan karena ada hubungkaitnya dengan cinta Ilahi hal ini adalah karena kejahilan dan kedangkalan makrifahnya terhadap Allah’.(Mukhtasar Minhajul Qasidin, ms 322). Orang Melayu mengatakan ‘Tak kenal maka tak sayang’.

Firman Allah SWT,

‘Hanya yang akan meimarahkan masjid-masjid (rumah Allah) adalah orang yang beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, mereka menegakkan solat, menunaikan zakat, dan mereka hanya takut kepada Allah sahaja.’

Dengan kata lain, bahwa yang rajin dan tekun mendatangi rumah-rumah Allah bagi tujuan solat berjamaah, majlis ilmu, tilawah Quran, dan seumpanya adalah individu muslim yang beriman kepada Allah, kepada hari pembalasan dan seterusnya, si mukmin tidak akan merasakan keselesaan jika kehidupannya renggang dari rumah Allah. Inilah kurnia, hidayah, dan penghargaan yang mahal tersemat dalam hati si mukmin yang telah dinikmati oleh pencinta rumah Allah, mukmin dan mukminah.

Sabda Rasulullah SAW,

لاَ تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ                    رواه الشيخان

Ertinya ; ‘Kamu jangan melarang wanita mukminah pergi ke masjid-masjid (rumah Allah).

Berikut ini bahagian Hadis berkenaan, yang terdiri dari dialog antara Allah yang pernah menanya Rasul-Nya:

يَا مُحَمَّدُ هَلْ تَدْرِي فِيمَ يَخْتَصِمُ الْمَلأُ الأَعْلَى؟ قَالَ: قُلْتُ: فِي الدَّرَجَاتِ وَالْكَفَّارَاتِ، أَمَّا الدَّرَجَاتُ: فَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي الْمَكْرُوهَاتِ وَنَقْلُ الأَقْدَامِ إِلَى الْجماعَاتِ، وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ، وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ فَإِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلاَمِ، وَالصَّلاَةُ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ عَاشَ بِخَيْرٍ، وَكَانَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّه

‘Wahai Muhammad, tahukah kamu perkara yang menggemparkan para malaikat di langit? Jawab Rasulullah, ‘Ya, mengenai kaffarat (beberapa amalan yang menghapuskan dosa dengan canggih dan effektif); dan darrojat (berapa amalan yang mengangkatkan darjat hamba mukmin). ‘Kaffarat’ ialah duduk (iktikaf) di masjid setelah solat (menunggu solat berikutnya), pergi (berjalan) menunaikan solat berjamaah, berwuduk dengan sempurna di saat terasa agak malas berwuduk’. Allah berfirman ‘Betul jawabanmu wahai Muhammad’. ‘Sesiapa melakukan perkara tersebut, ia hidup dalam kebaikan dan mati dalam kebaikan, dan ia bersih dari dosanya seperti ia baru dilahirkan ibunya.’ (HR Tizmizi).

Oleh yang demikian dalam lanjutan Hadis riwayat Imam Tirmizi di atas, baginda Rasulullah SAW mengajar umat berdoa dengan doa cinta,

أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ       وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّك

Aku memohon kepada-Mu agar daku mencintai-Mu, mencintai orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal ibadat dan perbuatan yang menghampirkanku kepada kecintaan terhadap-Mu”.(HR Imam Tirmizi).

وَالْمَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ

(رواه مسلم والأئمة)

Artinya ; ‘Para malaikat mendoakan seseorang di kalangan kamu selagi ia masih berada di tempat solatnya (di masjid), mereka mendoakan ‘Ya Allah, ampunilah ia, berilah ia curahan rahmat, dan terimalah taubatnya. Yakni selagi ia tidak menyakiti seseorang, dan wuduknya belum batal’ (HR Muslim, dll).

 

LEADERSHIP ( KEPEMIMPINAN )

 

KEPEMIMPINAN

 

  1. 1.    Pengertian

 

  • Leadhership is the exercises of authority and making of decision .( kepemimpinanadalahaktifitasparapemegangkekuasandanmembuatkeputusan.
  • Leadhership is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement. ( kepemimpinanadalahsuatu proses mempengaruhiaktifitaskelompokdalamrangkaperumusandanpencapaiantujuan ).

 

( definisi yang dikutipoleh Fred E. Fielder dan Martin M. Chemers ).

 

Pemimpinmerupakan factor penentudalammenentukanhasilusaha yang dilakukanolehorganisasi.Sehinggapadaprinsipnya, pemimpinlah yang mempunyaikesempatan paling besaruntukmerubah “jeramimenjadiemas” atau “merubahtumpukanuangmenjadiabu” pribahasatersebutmenjelaskanbahwapemimpinmerupakan factor utama /penting yang dapatmenentukanmajumundurnyadanjugamatinyasuatuusahabersamadankepemimpinanmerupakankuncipembukasuksesnyausaha.

 

  1. 2.    Tipe-tipePemimpin

 

  • Tipe deserter  ( pembelot )
  • Tipebirokrat ( partuh,cermat,taat dank eras dalamdalammenegakanperaturan )
  • Tipemissionaris  ( terbuka, penolong, ramahdanlembuthati )
  • Tipe developer/pembangun ( kreatif, dinamis, baikdalampelimpahanwewenang, danjugapercayakepadabawahannya )
  • Tipeotokrat ( tegastapikasar, bersifatdiktatoris, egois, angkuhdanbandel )
  • Tipe benevolent autocrat/otokrat yang baik ( baik, lancar, tertibdanjugaahlidalammengorganisir )
  • Tipe compromiser/pengkompromi ( mudahberubahsifatnya, lemahpendiriandanlemahmengambilkeputusan )
  • Tipeeksekitif ( motivator, menjadicontoh, tekundanberwawasanluas )
  • Tipekharismatik ( mempunyaidayatarik, pembawaantinggi, mempunyaikelbihandankekuatanluarbiasasehinggamembuat orang  banyakkagum )
  • Tipepaternalistik ( bersifatkebapakan, pelindungtetapijarangmemberikesempatan, pengambilkeputusansendiri, sukaberinisiatif, banyakfantasi, dantidakmudahpercaya orang lain)
  • Tipemiliteristis ( sukamerintah, banyakunsurformalitaskerja yang disiplinkaku )
  • Tipeadministratif ( baikdalamadministratif, ketatausahaan yang rapih, berpikirefektif, danefesien )

 

 

 

Dari penjelasandiatastermasukseorangpemimpinbertipeapakahanda?

 

(arrijalukoumuallannisa, seoranglelakiadalahpemimpinbagikaumwanita (al-qur’an)

 

Sekian terimakasih  By : Imam agusti

 

E-mail :imam_agusti@ymail.comsemogabermanfaat ……. Like.

Facebook : http://www.facebook.com/ega.syahreza.16

IMG00236

IMG00235